Senin, 16 Januari 2017

Masjid Gomang An - Nur

Disebuah dusun terpencil di pesosok desa yang bernama dusun Gomang ,desa Lajo Lor,kecamatan Singgahan ,kabupaten Tuban.Di dusun ini belum mengenal ajaran islam sama sekali,mereka adaah kelompok masyarakat yang menyembah matahari (ebih dikena dengan airan sapto darmo).Dusun Gomang pada waktu itu masih daerah terisoir sevang beberapa waktu datanglah seorang Waliyullah ke dusunGomang tersebut untuk memberi kabar bahwa akan datang hamba Allah ke dusun tersebut yang akan menjadi tempat bersiarnya agama islam.
‘’Assaamuaaikum “santri itu mengucapkan salam kepada penduduk Gomang .
“Siapakah kamu ini dan mau apakah kau kemari “bentak salah seorang warga .
Betapa kecewa santri tersebut karena tidak mendapat jawaban ucapan salam yang ia berikan bukannya di balas malah mendapatkan bentakan dan hinaan dari masyarakat Gomang tersebut .Gomang
“Saya disini hanya ingin memberi tahu kalian semua bahwa sebentar lagi akan datang kepada kalian seorang hamba Allah “dengan suara lantang agar semua masyarakat dapat mendengarnya tetapi ucapan waliyullah itu benar adanya , seorang kiyai bernama RM.Nur Nasroh Hadiningrat yang kaa itu adaah seorang santri disebuah pondok pesantren yang diasuh oleh KH.Sarbini , beiau sendiri santri dari Dr.KH.Hasyim Ashari pendiri pondok pesantren Tebu Ireng dan sekaligus pendiri NU .Ketika KH.Sarbini mendengar bahwa di dusun Gomang ada airan penyembah matahari maka KH.Sarbini mengutus ke sembilan santrinya untuk meluruskan masyarakat Gomang dengan ajaran agama islam.,agar isam dapat mewarnai ditengah –tengah masyarakat yang tergolong masih primitif terhadap agama baru karena menurut mereka agama nenek moyang ebih baik daripada agama yang ain .Serta masyarakat Gomang juga lebih percaya pada tahayul.
“Wahai para santri –santriku kemariah kaian “sambil menunjuk pada ke sembian santrinya itu .
‘’Ada tugas apa yang harus kita emban kiyai” tanya para santri dengan rasa penasaran yang tinggi.
“Kaian ber sembilan saya serahi tugas yang sangat berat ,yaitu kaian harus mengamalkan ilmu yang kalian miliki”jawab sang kyai dengan nada yang sangat tegas dan berwibawa.
Adapun para santri yang diutus KH.Sarbini untuk mengabdi di dusun Gomang adalah:
1. Rifa’i (berasal dari Nganjuk)
2. Muyamil (berasal dari Mundri,Bangian)
3. Safuan (berasal dari Gembong ,Bangian )
4. Suhadi (berasal darin Padangan ,Bojenegoro)
5. Asmakun (berasal dari lajulor, Singgahan )
6. Kusnin (berasal dari lajulor,Singgahan)
7. Sobari (berasal dari vajulor,singgahan)
8. Abdul Rohman (berasal dari lajulor,Singgahan)
9. RM.Nur Nasroh Hadiningrat (berasal dari Purwodadi,Grobokan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar